Kelebihan Puasa Dan Bulan Ramadhan


Oleh Ustaz Fathul Bari

A. KELEBIHAN BERPUASA

Sesungguhnya telah termaktub di dalam Al-Quran dan Sunnah tentang kelebihan berpuasa secara umumnya, antaranya :

1. Puasa mendekatkan diri dengan Allah :

Allah berfirman :

﴿ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴾

Maksudnya : ” Lelaki-lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, lelaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka keampunan dan pahala yang besar ” [Al-Ahzab : 35]

Allah berfirman :

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾ ﴿

Maksudnya : ” Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui ” [Al-Baqarah : 184]

Read the rest of this entry »

Advertisements

Dia Takdirmu Di Syurga

HATI manusia sangat fleksibel, tersentuh, mudah bimbang tatkala takdir tidak sebulu dengan fitrah, tatkala diserang malapetaka di luar dugaan resah bukan kepalang, akal separa waras. Bila keinginan diharapkan menemani, datang pula bebanan menghantui. Kenapa, mengapa, apa berlegar, berputar ligat membunuh daya mampu dan mahu. Mampu, dalam erti kata berpecak silat menentang badai, dan mahu, berubah.

Berkali-kali kita diingatkan, manusia tidak sirna dari dugaan, sering diduga dan menduga. Tabi-‘e alam, memang kita memerlukan antara satu sama lain, tiada siapa bisa mendabik dada dia boleh hidup tanpa perlu kepada manusia lain, hatta hartawan sendiri masih memerlukan khidmat orang bawahan, mengaji mengurus dan sebagainya. Justeru itu, masalah akan ada di mana-mana tanpa dipinta, cuma kita disarankan agar berhati-hati, sedia, sabar, dan belajar dari masalah tersebut. Read the rest of this entry »

Jangan jadikan perkahwinan pusara cinta

Dua bilah kayu disatukan dengan paku. Dua ketul bata disatukan dengan simen. Dua hati di satukan dengan apa? Jawabnya, dengan iman. Dua hati yang beriman akan mudah disatukan. Jika dua hati mengingati yang SATU, pasti mudah keduanya bersatu. Begitulah dua hati suami dan isteri, akan mudah bersatu bila iman di dalam diri masing-masing sentiasa disuburkan.


Bukan tidak pernah terguris. Bukan tidak pernah bertelagah. Tetapi jika di hati sama-sama masih ada ALLAH, perdamaian akan mudah menjelma semula. Yang bersalah mudah meminta maaf. Yang benar mudah memberi maaf. Tidak ada dendam memanjang. Masam cuma sebentar. Pahit hanya sedikit. Itulah yang ditunjuk oleh teladan rumah tangga Rasulullah s.a.w. Ada ribut… tetapi sekadar di dalam cawan. Ada gelombang… tetapi cepat-cepat menjadi tenang.
Read the rest of this entry »

Agar Anak Mencintai Al-Qur’an

Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak adalah hal yang paling penting dalam Islam. Dengan demikian itu, anak akan senantiasa dalam fitrahnya dan di dalam hatinya bersemayam cahaya-cahaya hikmah sebelum hawa nafsu dan maksiat mengeruhkan hati dan menyesatkannya dari jalan yang benar.
Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimum mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saranan yang diberikan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash,

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Read the rest of this entry »

Do’a Senjata Kaum Mukminin

Kaum muslimin hamba-hamba Allah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, merupakan perkara yang telah diketahui oleh kaum muslimin, bahkan tidak samar lagi bagi seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bahawa do’a adalah ibadah dari sekian ibadah-ibadah yang Allah perintahkan kepada hanba-hamba-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Berdo’alah kepadaKu pasti Aku kabulkan bagi kalian.” (Al-Mu’min: 60)

dan juga firman-Nya: “Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku maka katakanlah bahwa Aku dekat (terhadap hamba-Nya) dan Aku mengabulkan do’a orang yang berdo’a, jika mereka berdo’a kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 186)

Dari dua ayat diatas jelas adanya perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya agar berdo’a hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Hal ini kerana do’a merupakan ibadah yang agung. Bahkan do’a merupakan ibadah yang sangat penting, yang mana dengan ibadah do’a tersebut menunjukkan bahawa hamba yang berdo’a tersebut benar-benar lemah dan senantiasa sangat memerlukan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Juga, dengan berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan betapa rendahnya kedudukan hamba tersebut di hadapan-Nya, serta sangat memerlukan terhadap rahmat serta kasih sayang-Nya. Read the rest of this entry »

Hidup Mulia dengan Mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (ertinya): “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suri tauladan yang baik bagi kalian (iaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab: 21)

Para pembaca yang mulia, semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa mencurahkan rahmat dan taufiq-Nya kepada kita semua. Sibuk dengan ritual keagamaan belum menjadi jaminan seseorang telah shalih, alim, atau ahli ketaatan. Penampilan seseorang dalam beragama hendaknya diukur sejauh mana dirinya menerapkan amal shalih yang didasari keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tanpa dua prinsip dasar yang harus selalu beriringan ini, maka amaliah seseorang akan menjadi sia-sia. Ia akan mendapatkan kehampaan pahala dan terseret ke arah amaliah yang jauh dari agama Islam itu sendiri.

Tentu merupakan sebuah kewajiban setiap muslim untuk beramal dalam agama Islam ini dengan mengikuti segala apa yang diperintahkan dan dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beragama yang baik dan benar bukanlah dengan dasar mengikuti amal perbuatan kebanyakan orang, bukan pula dengan mengikuti semangat yang menggebu semata atau kerana kagum dengan  tokoh tertentu. Akan tetapi menjalankan agama secara baik dan benar haruslah selaras dengan landasan keikhlasan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan amalannya mengikuti apa yang telah dituntunkan oleh rasul-Nya.

Kewajiban Mengikuti Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan Mengagungkannya Read the rest of this entry »

Sepucuk Surat Cinta Buat Suami

Kuuntai kalimatku dengan goresan pena ini, untukmu, suamiku yang kucintai, semoga engkau lebih berbahagia.

Membaca suratmu, wahai suamiku, menjadikan aku ingat masa lalu. Aku merasakan makna kalimat-kalimatmu sebagaimana aku rasakan tatkala engkau sampaikan kalimat-kalimat itu saat kita baru memulai hidup bersama dahulu. Kini, setelah semua berlalu, dan setelah aku hampir terlupa akan kalimat-kalimat itu, engkau goreskan kalimat itu untuk kedua kalinya. Kusampaikan jazakallohu khoiran, Suamiku, atas kebaikanmu, dan atas perhatianmu kepadaku, isterimu.

Suamiku yang kucinta… Read the rest of this entry »

Hukum chatting dengan bukan muhrim melalui internet dan telefon

Oleh : Syaikh Nashir bin Hamd Al Fahd


Soalan: Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi melayari internet dan chatting. Aku hampir tidak pernah chatting dengan wanita. Jika terpaksa aku chatting dengan wanita maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.

Kurang dari setahun lalu ada seorang gadis yang mengajak aku chatting lalu meminta nombor telefonku. Aku katakan bahawa aku tidak mahu menggunakan telefon dan aku tidak ingin membuat Allah murka kepadaku.

Dia lalu mengatakan, “Engkau adalah seorang pemuda yang sopan dan berakhlak mulia. Aku akan bahagia jika kita boleh berkomunikasi secara langsung”. Kukatakan kepadanya, “Maaf aku tidak mahu menggunakan telefon bimbit”. Kemudian dia berkata dengan nada kesal, “Terserah kamu kalau begitu”. Read the rest of this entry »

Bila hati Dimabuk cinta

Mabuk cinta biasanya terjadi dari dua belah pihak antara yang mencintai dan yang dicintai, terkadang kedua belah pihak saling mencintai satu sama lainnya, namun adakalanya gejolak cinta itu bertepuk sebelah tangan.

Orang yang terkena panah asmara ini adalah orang yang paling celaka hidupnya, paling hina, paling gelisah dan paling jauh dari Rabb mereka.

Ibnu Taimiyah berkata :”Mabuk asmara dapat membuat penderitanya kurang akal dan ilmu, rosak agama dan akhlaknya, lalai akan seluruh kebaikan agama dan dunia. Dan akibat buruknya boleh menjadi berlipat ganda”.

Orang yang dimabuk asmara akan selalu mengkhayalkan kekasih hatinya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, hingga akhirnya penyakit ini akan menimpa dirinya. Kalaulah dia tahu secara mendalam orang yang dikaguminya, ia tidak akan sampai dimabuk cinta, walaupun sudah terjalin rasa cinta dan hubungan dalam dirinya.

Mabuk cinta adalah penyakit kronik yang akan merosak jiwa, menghilangkan ketenteraman, bahkan penyakit ini ibarat lautan berombak yang akan menenggelamkan siapapun yang mengharunginya. Penyakit ini laksana samudera yang tak bertepi. hampir tidak ada seorangpun yang dapat selamat darinya.

Jika kita tanya kepada Nikmat “apa yang menyebabkanmu sirna?” kita tanya pada Bencana “apa yang menyebabkanmu datang menghampiri?” kita tanya pada Kesedihan dan Penderitaan “apa yang menyebabkanmu tertarik mendatangiku?” kita tanya pada Keselamatan “apa yang menyebabkanmu menjauh?” kita tanya pada Aib “apa yang menyebabkanmu tersingkap?” kita tanya pada Wajah “apa yang menyebabkan hilangnya cahayamu?” kita tanya pada Kehidupan “apa yang membuatmu menjadi keruh?” kita tanya pada Cahaya Keimanan “apa yang menyebabkan cahayamu redup?” kita tanya pada Kehormatan Diri ” apa yang menyebabkanmu hina?” kita tanya pada diri yang dihinakan setelah dimuliakan ” apa yang telah merubah keadaanmu ini?” seluruhnya pasti akan menjawab ” ini adalah buah dari penyakit asmara”

Jika kita melihat cinta yang melintas di dalam hati dan bagaimana denyutnya, anda pasti akan dapati bahawa mengalirnya cinta dalam hati lebih lembut daripada mengalirnya nyawa dalam jasadnya.

Seorang yang dimabuk asmara akan binasa di tangan orang yang dicintainya. Dia akan menjadi hamba yang hina. Jika kekasih hati yang ia cintai memanggilnya maka akan segera memenuhi panggilan itu. Jika ditanyakan padanya “apa yang engkau harapkan?” maka kekasih yang ia cintai itulah yang menjadi tumpuan dan harapannya. Ia tak akan hidup tenang dan tenteram tanpa kekasihnya.

Layakkah bagi orang yang berakal menggadaikan seorang raja yang dipatuhi dengan orang yang akan menggiringnya ke dalam azab yang pedih???

Penyakit ini akan menghilangkan rasa malu, padahal malu adalah keutamaan hidupnya hati. Hal itu juga akan mempengaruhi pada penyimpangan amal dan hidayah, keadaan yang buruk akan ia anggap baik. Juga akan menimbulkan perangai buruk yang tidak terdapat dalam kejahatan lain. Akan menimbulkan kemurkaan Allah pada dirinya.

Banyak sekali kerugian yang akan kita dapatkan kerana mabuk asmara ini, cuba kita renungi sejenak, apa sebenarnya penyebab dari mabuk asmara itu?

Berpaling dari Allah ; barangsiapa yang mengenal Allah akan memautkan hatinya pada-Nya, dan tidak akan mungkin berpaling mencari kekasih selain-Nya.

Kejahilan seseorang tentang bahaya yang muncul kerana mabuk cinta.

Kekosongan hati ; “tidaklah mungkin penyakit ini muncul kecuali atas orang yang suka melamun dan menganggur”

Ibnul Qoyyim berkata “perkara yang paling berbahaya bagi seorang hamba adalah kehampaan hati dan jiwa. Kerana sesungguhnya jiwa itu tidak akan pernah kosong. Jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat pasti akan terisi dengan hal-hal yang membahayakan”

Media informasi

Media informasi sangat berperanan besar terhadap penyebaran penyakit ini. Lihatlah betapa buruknya kesan rancangan di televisyen, surat khabar, majalah, buku-buku, internet, VCD dan sebagainya.

Taklid buta

Membaca kisah-kisah percintaan, puisi-puisi, syair, dan mendengarkan lagu-lagu tentang cinta akan menjerumuskan seseorang untuk mengekspresikan apa yang dia rasa dengan hal serupa. Dia akan mudah mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya, tanpa tahu itu hak atau batil.

Keliru dalam memahami makna cinta dan mabuk asmara

Persepsi yang salah dalam memaknai cinta , iaitu anggapan bahawa hakikat cinta itu adalah cinta yang dapat membutakan mata hati, membuatnya terumbang-ambing dalam kesesatan. Siapa saja yang tergelincir ke dalamnya akan menjadi lembut, penuh perasaan, menjadi mulia, dan sebagainya. Mereka beranggapan barangsiapa tidak pernah merasakannya akan menjadi orang yang keras hati, tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki sedikitpun kemuliaan.

Tertipu dengan ungkapan-ungkapan orang-orang yang membolehkan mabuk asmara

Sebahagian orang membolehkan mabuk asmara dengan berdalil pada hadith “Barangsiapa yang jatuh cinta kemudian menahan dirinya, menyembunyikannya dan bersabar, setelah itu dia meninggal, maka dianggap mati syahid”.

Ibnu Qoyyim berkata, hadith ini diriwayatkan oleh Suwaid bin Sa’id, dan telah diingkari oleh para ulama islam. Hadith ini batil dan palsu.

Syahid terbahagi menjadi syahid khusus dan umum. Syahid khusus iaitu mati terbunuh di jalan Allah. Adapun syahid umum tersebut dalam hadith shahih dan tidak terdapat didalamnya yang mati kerana menahan cinta.

Pandangan mata

Terlalu bebas melemparkan pandangan akan melahirkan kebinasaan. Ketika seseorang leluasa memandang maka ia telah membuka hati untuk melampiaskan syahwatnya.

Percakapan melalui telefon, chatting, dsb

Taubat dari mabuk asmara

Bagi siapa saja yang telah terjerumus dalam cinta terlarang hendaklah ia bertaubat kepada Allah, baik dirinya sebagai orang yang mencintai, dicintai, ataupun pihak-pihak lain yang turut membantunya.

Caranya adalah dengan meninggalkannya, jangan menampakkan kepada orang yang dicintai, berusaha melupakannya, tidak menemuinya, dan tidak memandangnya. Serta memutuskan segala bentuk hubungan yang dapat membangkitkan kenangan lamanya.

Terapi penyakit mabuk asmara

• Ikhlas kerana Allah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik darinya”

Jika seorang hamba ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya, menghidupkan hatinya, menariknya kepada-Nya. Maka sagala keburukan dan kekejian akan berpaling darinya dan ia sangat takut bila terjadi yang sebaliknya. Sedangkan hati yang tidak ikhlas, pada dasarnya terbuka secara mutlak untuk segala bentuk tuntutan, keinginan, dan cinta. Hati akan menerima segala sesuatu yang mendatanginya. Ibarat ranting kecil yang meliuk-liuk kesana kemari mengikuti kemana aarah angin.

Berdo’a : merendahkan diri kepada Allah

Seseorang yang diuji dengan penyakit ini bererti dalam keadaan tersepit, dan Allah berjanji akan memenuhi do’a hamba-Nya yang dalam keadaan tersepit.

• Menahan pandangan

Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat serta keinginannya. Allah menjadikan menahan pandangan dan menjaga kemaluan sebagai kunci utama penyucian jiwa. Dan kesucian jiwa mengandung pengertian hilangnyaa segala macam bentuk kejahatan seperti perbuatan keji, kezaliman, syirik, dusta, dan sebagainya.

• Banyak berfikir dan berdzikir

Harusnya ia ingat bahawa seluruh langkahnya dicatat dan ia akan dimintai pertangggungjawaban. Seharusnya ia berfikir bahwa ungkapan perasaan dan perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti pada hari kiamat. Ingat penghancur segala kenikmatan, iaitu kematian, dan betapa sakitnya sakarotul maut. Berfikir bahawa dirinya tidak rela jika ada mahramnya yang digoda dan dipacari, jika ia masih memiliki rasa cemburu, bagaimana ia sanggup berbuat hal yang sama kepada orang lain?

• Menjauh dari orang yang dicintainya

Memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat meski awalnya sulit. Jangan sampai ia melihatnya, mendengar suaranya dan melihat sesuatu yang dapat mengingatkannya kepada kekasihnya.

• Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat

Sebabnya asmara adalah kekosongan hati, oleh kerana itu sibukkan diri dengan bekerja, belajar, dan berkarya.

• Menikah

Meski bukan dengan orang yang dicintainya, sebab menikah mencukupi segalanya, penuh berkah dan menjadi penyelesaian. Jika telah menikah maka hendaklah sering melakukan jima’, sebab jima’ dapat meredam gejolak syahwat yang tersimpan. Jika orang yang dicintainya adalah orang yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikah dengannya. Jika sulit menikahnya hendaklah memohon kepada Allah untuk memudahkannya.

Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berfikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya

Senantiasa menghadiri majlis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang sholih.

Memangkas habis keinginan dengan membuang putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu

Sesungguhnya pangkal terjadinya al-isyq adalah menganggap indah sesuatu yang dikagumi, baik melalui pandangan ataupun pendengaran. Jika tidak diikuti dengan keinginan keras untuk bertemu lalu disertai dengan usaha untuk mendapatkannya niscaya mabuk asmara dapat dihindari.

Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna, menjaga kewaajiban-keajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir maupun batin.

Menjaga karisma agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina

Orang yang punya wibawa dan harga diri tidak mau terikat menjadi hamba kepada sesuatu.

Memelihara kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya

Harga diri seseorang itu akan tinggi dan kedudukannya akan mulia sesuai dengan kadar kemuliaan dan kesucian dirinya.

Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya

Orang yang engkau cintai tidak sepertimana yang engkau khayalkan dalam hatimu. Maka carilah aibnya niscaya engkau akan dapat melepaskannya.

Memikirkan akan ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya

Dengan itu akan hilanglah segala perkara yang mendatangkan ujian yang lebih berat dari batas kewajaran yang dapat merugikan kedudukannya di dunia maupun di akhirat.

Memikirkan akibat perbuatannya

Cinta itu selalu diselimuti kesedihan, kecemasan, takut berpisah, kehinaan di dunia dan penyesalan di akhirat.

Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini

Melihat keadaan para pemabuk cinta

Bagaimana derita yang mereka tanggung, bagaimana hidup mereka yang dipinggirkan oleh masyarakat, betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka, dsb. Hal ini akan membuat orang yang berakal berfikir dua kali untuk lebih jauh mengharungi samudera asmara.

Siapa saja yang mengambil ubat penawar ini, mudah-mudahan ia mendapat pertolongan dan taufik. Jika ia telah bermujahadah dan bersabar namun masih sedikit tersisa dalam hatinya, maka hal itu tidaklah tercela.

Junaid berkata “Manusia tidak dicela kerana tabiat yang tercipta dalam dirinya, yang dicela adalah jika ia melakukannya”.

Ibnu Hazm berkata “tidak ada cela bagi orang yang tabiat dalam dirinya cenderung kepada kejelekan walaupun sangat tercela dan hina sekalipun selama ia tidak menampakkannya dalam perkataan maupun perbuatan. Bahkan boleh jadi akan lebih terpuji dibandingkan orang yang tabiat dasarnya selalu mengajaknya untuk berbuat hal-hal yang mulia. Sebab tidak mungkin dapat mengalahkan tabiat yang rosak kecuali jika ia memiliki akal yang utama.

Laa Haula Walaa Quwwata illaa billaahi

Semoga Allah berkenan membebaskan hati kita dari Al ‘Isyqu, amin

Penulis buku Diari Kehidupan 2, telah diterbitkan oleh PT Syaamil Cipta Media, Bandung, 2004, Catatan: Tulisan ini adalah hasil editing dari tulisan lamanya Abu Aufa yang berjudul Usah Kau Lara Sendiri.

Doa Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang Zalim

” Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dari (tipu daya) orang-orang yang kafir”.

(Surah Yunus [10] : 85-86)

« Older entries