Bersabarlah Menunggu Terkabulnya Doa

2_153
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar” (Surah Al Baqarah : 153)

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita lihat seseorang yang berdoa namun tidak dikabulkan. Sekian lama ia menantikan terkabulnya doa dengan mengulang-ulang doa yang sama namun tidak jua dikabulkan. Ada pembahasan yang menarik  tentang kesabaran dalam menunggu terkabulkanya doa dalam buku Imam Ibnu Al Jauzy yang berjudul Shaidul Khatir. Menurut beliau dalam menunggu terkabulkannya doa agar kita tetap bersabar adalah dengan menanamkan pemahaman serta keyakinan pada jiwa ini bahwa :

  • Allah adalah Maha Menguasai yang memiliki kekuasaan dan berkuasa untuk memberi atau pun tidak memberi. Oleh kerana itu , tidak ada alasan bagi kita untuk menentang kuasaNya.
  • Hikmah-hikmahnya telah tergambar dengan jelas melalui dalil-dalil yang sahih. Mungkin kita menilai, sesuatu itu baik untuk kita, namun sebenarnya disebalik itu ada hikmah yang tidak kita ketahui. Cuba kita ambil pelajaran dari seorang doktor yang memberikan prekepsi ubat yang tidak kita ketahui hikmahnya, kerana secara lahiriah ubat adalah pahit. Perkara tersebut mungkin  kita boleh bandingkan dengan hikmah Allah.
  • Barangkali suatu doa ditunda untuk suatu kepentingan, sementara jika doa segera dikabulkan akan menimbulkan mudarat. daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu daripada Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Dikabulkan (doa) salah seorang daripada kamu selama dia tidak tergesa-gesa iaitu dengan berkata: “Aku sudah berdoa (tetapi) tidak dikabulkan.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

  • Barangkali doa kita tertolak karena aib yang terdapat dalam diri kita. Barangkali dalam makanan yang kita makan ada sesuatu yang syuhbat atau hati kita lalai saat kita berdoa. Mungkin saja kerana kita tidak bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah, kerana tidak bersegera meninggalkan perbuatan dosa.
  • Pernah diriwayatkan oleh Abu Yazid, suatu ketika ada orang asing datang kerumahnya. Dia melihat oarng itu berdiri didepan pintu rumahnya. Disuruhnya ia masuk dan masuklah tamu itu. Abu Yazid lantas mengeluarkan batu-batu kecil, sementara itu sang tamu berdiri dan segera keluar. Abu Yazid ditanya tentang apa yang dilakukannya. Dia menjawab “Kerikil ini mengandung syuhbat, ketika Syuhbat itu hilang maka pelakunya pun pergi.”
  • Yang harus kita lakukan adalah memandang persoalan ini adalah berusaha memandang segala sesuatu denga jernih. Barangkali dengan tercapainya apa yang kita inginkan akan bertambah pula dosa-dosa kita. Atau bolehjadi hal itu akan mengurangi darjat amal kita dalam kebaikan. Maka tidak dikabulkannya doa-doa kita saat ini akan berakibat baik untuk kita.
  • Mungkin saja apa yang tidak kita capai itu merupakan rahmat agar kita tetap dekat dengan pintuNya. Di sisi lain dengan termakbulnya doa kita dikhuatirkan akan menjauhan kita dari pintu harapan kepadaNya, dengan dalil apabila kita tidak tertimpa musibah, mungkin kita tidak terlalu dekat denganNya

Dialih bahasa dan disunting dari http://tpriyanta.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: